Panduan Wisata Belanja Khas Medan bagi Turis Pemula

panduan-wisata-belanja-khas-medan-bagi-turis-pemula

Panduan Wisata Belanja Khas Medan bagi Turis Pemula. Di akhir 2025, Medan tetap jadi kota belanja yang ramah kantong tapi bikin dompet cepat tipis. Dari kain ulos tenun tangan sampai durian segunung, dari kopi Sidikalang sampai perhiasan emas Kesawan—semuanya ada, dan hampir semuanya bisa ditawar. Buat turis pemula, jangan takut tersesat; ikuti panduan ini, bawa tas kosong, senyum lebar, dan siap pulang dengan bagasi berat. BERITA BOLA

Pasar Tradisional: Surga Tawar-Menawar: Panduan Wisata Belanja Khas Medan bagi Turis Pemula

Mulai pagi di Pasar Petisah atau Pasar Ikan Lama. Di sini kamu dapat:

  • Kain ulos dan songket Batak dengan motif merah-hitam-kuning—pilih yang tenun tangan (lebih mahal tapi tahan puluhan tahun).
  • Baju kurung Melayu, kebaya encim, sampai kain batik Medan yang motifnya lebih tegas.
  • Kopi bubuk Sidikalang atau Lintong yang baru disangrai—minta coba cium dulu, pilih yang paling harum. Tips: tawar 40-50% dari harga awal, jalan pergi pura-pura, pasti dipanggil balik dengan harga lebih masuk akal. Bayar tunai kecil-kecilan, lebih disukai pedagang.

Pusat Oleh-Oleh: Pajak Ikan dan Sekitarnya: Panduan Wisata Belanja Khas Medan bagi Turis Pemula

Pajak Ikan (Pasar Baru) adalah mal tradisional 6 lantai yang nggak pernah sepi. Lantai dasar buat makanan:

  • Bika Ambon, Kue Lapus, Kue Putu Bambu—beli yang masih hangat.
  • Markisa dan sirup asam jungga dalam botol kaca.
  • Teng-teng kacang, ting-ting kacang, sampai dodol durian. Lantai atas buat tekstil dan suvenir: tas anyaman, gantungan kunci rumah adat, sampai kaos “Medan Kota Toleransi”. Di sekitar Kesawan malam hari banyak toko oleh-oleh modern yang buka sampai jam 10—harganya fixed tapi kualitas terjamin, cocok kalau males nawar.

Emas, Mutiara, dan Barang Antik di Kesawan

Jalan Ahmad Yani dan Kesawan punya toko emas turun-temurun sejak jaman Belanda.

  • Emas 22-24 karat dengan model Melayu (anting junjung, kalung kembang uang).
  • Mutiara air tawar dari Danau Toba—pilih yang bulat sempurna dan berkilau pelangi.
  • Toko antik di gang-gang kecil jual piring keramik Tionghoa, lampu minyak, sampai foto hitam-putih Medan 1950-an. Tips: minta sertifikat untuk emas dan mutiara, jangan sungkan tanya berat dan kadarnya.

Durian dan Buah Tropis: Jalan Mojopahit & Wahid Hasyim

Medan tanpa durian seperti Jakarta tanpa macet—nggak afdal. Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Mojopahit adalah surganya: durian montong, durian lokal, sampai durian musang king (kalau musim). Pilih yang sudah dibelah dan boleh coba dulu—yang manis legit tanpa serat pahit. Bisa beli utuh atau minta dikupas dan dibungkus vakum (lebih mudah bawa ke pesawat). Selain durian ada markisa, rambutan, manggis, dan salak pondoh yang selalu lebih murah daripada di kota lain.

Kesimpulan

Belanja di Medan itu olahraga tawar-menawar, sabar antre, dan senyum terus. Bawa tas kain lipat ekstra, koper kosong, dan dompet terpisah untuk uang kecil. Datang pagi biar dapat yang segar, pulang sore dengan tangan penuh. Karena di Medan, oleh-oleh bukan cuma barang—ia adalah cerita yang kamu bawa pulang, dan cerita itu selalu lebih berat daripada bagasi 23 kg. Selamat berburu, dan sampai koper penuh sebelum kamu sadar!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *